October 2011
22 posts
tentang kehilangan
Lama, aku telah tahu saat seperti ini akan datang. Saat di mana tiba-tiba kita merasa tak ada lagi waktu di esok hari. Saat di mana kita tahu, kita tak akan lagi berada di tempat yang sama esok pagi. Kehilangan seperti matahari. Sesuatu yang pasti. Kalau tidak sekarang, besok akan terjadi. Ini hanya persoalan hari. Tak ada cara yang bisa kita lakukan untuk menghindarinya. Kita hanya bisa...
Oct 31st
36 notes
4 tags
Oct 28th
26 notes
2 tags
Oct 28th
2 notes
kata hujan
kata hujan, aku jatuh cinta. padahal aku hanya melamunkan sesuatu tentang dia. sehabis hujan, jakarta, 7 januari, 2010 image: the raindrops cling on the branch. taken from www.gettyimages.com
Oct 27th
13 notes
2 tags
Oct 26th
8 notes
5 tags
Oct 26th
1 note
jatuh cinta diam-diam
Apakah kau pernah jatuh cinta diam-diam? Menyukai seseorang tanpa suara. Menatap dari kejauhan. Atau berusaha keras menyembunyikan debar agar tak terdengar? Diam-diam. Dan parahnya, kau seperti, seolah, merasa, dia juga terlihat menyukaimu. Kau bahkan tak tahu, apakah itu nyata atau semu. Yang kau tahu, kau menyukainya. Kau jatuh cinta sendirian. Dan itu sudah cukup membuat harimu menjadi merah...
Oct 25th
64 notes
3 tags
Oct 25th
28 notes
tentang cinta yang itu-itu saja *)
Musim hujan ini, aku tiba-tiba teringat kepadamu. Merindumu. Mengangankanmu. Dalam kenangan muram kaca jendela yang mengabur, dan tempias hujan yang meninggalkan bercak pada kanopi di tepi jendela. Hujan selalu membuat aku terkenang kepadamu. Pada sepasang kelingking yang saling mengait di bawah hujan. Pada basah yang meninggalkan lembap di telapak kaki hingga gigilnya merajai hati.  Pada noda...
Oct 24th
19 notes
3 tags
Oct 24th
14 notes
3 tags
Oct 24th
46 notes
tenggat waktu
‘Deadline saved my life’. Di tengah kepulan asap rokok dan riuh suara di meja sekeliling kami, saya tersenyum simpul ketika Feby Indirani mengatakan hal itu dengan wajah tenang. picture taken from gettyimages.com Kata-kata itu terus terngiang di telinga saya. dalam perjalanan pulang setelah meeting panjang di Senayan City. Feby benar, deadline lah yang menyelamatkan hidup dia dan saya selama...
Oct 23rd
2 notes
jangan bunuh harapan di republik abu-abu
Pak, saya tidak sedang tidur dan bermimpi kan?’ tanya El Yana sore itu kepada salah satu teman saya, Rahmat Hidayat, yang mengabarkan rencana kami untuk merenovasi rumahnya. El Yana (39), lebih kerap dipanggil Ana oleh warga sekitar Kramat Tunggak entah sejak kapan menganggap bermimpi pun adalah barang mewah untuknya. Mungkin, bukan hanya untuk Ana, namun hampir bagi sebagian...
Oct 23rd
2 tags
Oct 23rd
33 notes
4 tags
Oct 22nd
13 notes
lamun
Hari menerka apa yang diceritakan angin pada senja yang melamun. Katanya, ia hanya ingin menjadi embun bila pagi menghimpun.
Oct 20th
menanam cinta
Hadiah paling manis yang pernah saya terima sewaktu kecil dari Papa adalah sepetak tanah di halaman samping rumah kami di Manado. Ini bukan sepetak tanah layaknya kavling perumahan atau juga seukuran petak sawah. Bukan. Ini hanya sebuah lahan kosong yang memanjang di samping rumah, yang diberikan Papa kepada saya dan boleh saya tanami apa saja. ‘Kamu boleh menanam apa pun yang kamu mau di sini....
Oct 20th
7 notes
pada suatu pagi yang tak bersalju
‘KALAU ingin belajar menulis padat,  Kawabata ini salah satu yang terbaik, kurasa,’ kata A.S Laksana pada suatu pagi melalui layanan SMS. Saya yang masih setengah sadar dari tidur mendadak terbangun dan duduk tegak. Sambil membersihkan kotoran di mata yang membuat pandangan mengabur, saya membaca sekali lagi SMS itu. Mas Sulak, demikian saya biasa memanggilnya, memang menuliskan SMS itu. Dan buat...
Oct 19th
1 note
“dunia editor itu dunia yang penuh warna. dinamis, semarak, dan luar biasa. bukan...”
– in memoriam mula harahap. taken from chapter #9 of life traveler: ‘frankfurt, mula harahap, goethe haus, dan book fair’.
Oct 19th
1 note
Oct 19th
w e
if sweet and bitter have to be together, don’t you think that we should gather?
Oct 19th
4 notes